Masjid Raya Medan, Berwisata Sambil Mempelajari Sejarah
Sumatera Utara memiliki banyak sekali obyek wisata yang indah dan menarik. Di sana dapat menikmati keindahan alam yang tidak kalah dari negara-negara lain. Salah satu obyek wisata yang harus anda kunjungi di sana adalah, Masjid Raya Medan.

Sebagai generasi muda masa sekarang, kebanyak dari kita jika memilih tempat wisata pasti memilih yang banyak wahana permainan atau hiburannya. Ya memang wajar, karena kita ingin sesuatu yang dapat membuat kita senang, melupakan segala rasa penat. Namun ada jenis wisata lain yang juga patut anda coba jika anda berpergian ke suatu kota, yaitu wisata religi. Wisata religi sendiri tidak kalah menarik dari wisata yang lain karena di sana anda dapat melihat berbagai bangunan atau tempat yang berhubungan dengan suatu agama dan dapat mempelajari sejarah yang dulu terjadi di tempat tersebut, atau bagaimana tempat tersebut bisa dibangun. Apalagi sebagai manusia yang beragama kita sebaiknya mengerti tentang seluk beluk agama yang ada di negara ini. Seperti di Medan contohnya, anda bisa mengajak keluarga serta untuk melakukan wisata religi ke Masjid Raya Medan.

Obyek wisata Masjid Raya Medan mempunyai lokasi yang tepatnya berada di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara. Masjid yang juga memiliki nama lain Masjid Raya Al-Mashun ini adalah salah satu peninggalan dari seorang Sultan Deli di Sumatera Utara yang bernama Sultan Ma'moen Al Rasyid Perkasa Alam. Bangunan ini memang memiliki nilai sejarah yang tinggi dan momental bagi masyarakat Medan khususnya.

Masjid yang berdiri pada tahun 1906 selain dikenal sebagai salah satu bangunan tertua di Medan juga menjadi landmark kota ini. Di lahan seluas 18.000 meter persegi, anda bisa melihat-lihat bangunan masjid yang indah ini. Masjid dengan arsitektur khas nan indah ini beberapa bahan bangunannya dibuat di Italia ternyata.

Masjid Raya Medan memiliki bentuk berupa persegi delapan dengan total empat serambi paling utama di bagian depan, belakang serta samping kanan dan kiri. Keempat serambi itu menjadi pintu masuk ke Masjid Raya Medan. Lalu di bagian dalam, ada delapan pilar berdiameter 0,60 m yang menyokong kubah paling utama di bagian tengah. Sedang empat kubah yang lain ada di atas ke empat serambi. Terdapat juga dua menara di samping kiri kanan sisi belakang masjid ini. Meskipun beberapa kali ada rencana untuk direnovasi, namun hal ini belum sempat terlaksana karena beberapa pihak khawatir nilai-nilai sejarah dari Masjid Raya Medan akan hilang.

Fasilitas di Masjid Raya Medan

Karena kali ini yang kita bahas adalah sebuah tempat beribadah, jadi memang untuk masalah fasilitas bisa terbilang terbatas. Namun masih ada beberapa yang dapat anda manfaatkan, seperti :

- Lahan parkir

Untuk lahan parkir anda tidak perlu khawatir karena Masjid Raya Medan memiliki area parkir yang lumayan luas dan juga aman.

- Toilet umum

Fasilitas toilet atau kamar mandi umum juga telah disediakan di obyek wisata ini.

- Tempat makan

Bagi yang ingin merasakan masakan khas Medan, anda bisa menemukan beberapa restoran dan warung yang ada di dekat area masjid.

- Penginapan

Karena letak masjid ini yang berada di tengah kota, untuk tempat menginap anda tidak perlu khawatir karena banyak hotel dan penginapan yang dapat anda temukan di sekitar wilayah Masjid Raya Medan.

Hunting Foto di Masjid Raya Medan

Saat anda sedang pergi berlibur, kemana pun itu barang yang sudah wajib dibawa adalah kamera, baik kamera digital, professional maupun kamera handphone. Kegunaan kamera ini sudah pasti untuk mengabadikan berbagai momen yang tercipta saat anda sedang menghabiskan waktu bersama keluarga. Walaupun wilayah obyek wisata ini tidak terlalu luas dan bukan wisata alam, anda masih bisa menyalurkan hobi fotografi anda dengan memanfaatkan pemandangan dari berbagai pemandangan bangunan Masjid Raya Medan ini sendiri, apalagi anda bisa melihat betapa megah dan indah arsitekturnya. Ada juga spot menarik favorit pengunjung yang bisa anda gunakan sebagai latar belakang foto anda bersama teman-teman anda atau keluarga, yaitu di dalam masjid di mana anda dapat melihat lebih indah bentuk bangunan dan hiasan-hiasannya. Namun perlu diingat untuk tidak berisik dan menghormati orang-orang yang sedang beribadah. Jika anda sudah puas mendapatkan banyak foto, anda bisa mengunggahnya di berbagai media sosial yang anda punya. Dengan begitu anda bisa membantu untuk lebih memperkenalkan obyek wisata edukasi di Medan ini kepada masyarakat luas agar mereka tertarik untuk datang.

Cara Akses ke Masjid Raya Medan

• Via udara : Sesampainya di Bandara Kuala Namu, anda langsung saja melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dengan rute : Jl. Tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi - Jl. Tol Belmera - Patumbak - Jl. Sisingamangaraja - Masjid Raya Medan

• Via laut : Sesampainya di Pelabuhan Belawan, anda langsung saja melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dengan rute : Jl. R. Pelabuhan - Jl. Tol Belmera - Bdr. Selamat Tembung - Jl. Letda Sujono - Jl. Mandala By Pass - Jl. Denai - Jl. Arief Rahman Hakim - Jl. Halat - Jl. Sisingamangaraja - Masjid Raya Medan

• Via darat : Dari pusat kota, anda tinggal ikuti saja rute berikut ini : Jl. Guru Patimpus - Jl. Gatot Subroto - Jl. Kapten Maulana Lubis - Jl. Imam Bonjol - Jl. K.H. Imam Bonjol - Jl. KH. Samanhudi - Jl. Ir. H. Juanda - Jl. Sisingamangaraja - Masjid Raya Medan

Jam Buka dan Tiket Masuk ke Masjid Raya Medan

Jam buka dari obyek wisata ini adalah setiap hari, selama 24 jam jadi anda bisa datang kapan saja. Lalu tentunya pengunjung tidak akan dipungut biaya tiket masuk sama sekali.

You may also like