Masjid Jamik Bengkulu, Sepenggal Kisah Peninggalan Sukarno
Masjid Jamik merupakan salah satu masjid yang cukup terkenal di Bengkulu. Terkenalnya masjid ini bukan hanya karna keunikan bangunannya melainkan sosok dibalik pendiri atau perancang bentuk masjid ini yaitu Bapak Sukarno. Masjid ini berkaitan erat dengan masa-masa pengasingan Bung Karno sekitar tahun 1930

Dalam masa pengasingannya ini telah banyak hal yang beliau lakukan, salah satunya adalah dengan membangun tempat ibadah bagi kaum musliminn di Bengkulu. Bung Karno yang memang dibilang ahli dalam mendesain bangunan ini akhirnya melakukan renovasi dan perbaikan secara menyeluruh terhadap bangunan yang kini dikenal dengan Masjid Jamik. Beliau yang memang telah mengantongi gelar insiyur di bidang Arsitektur ini telah mengubah sebuah gubuk kecil. Gubuk kecil ini oleh warga sekitar disebut dengan Surau Lamo.

Desain yang dibuat oleh Bung Karno ini sendiri memiliki gaya Eropa dengan adanya dua buah bubungan serta teras yang memanjang di bagian depan masjid. Desain yang telah dirancang oleh Bung Karno ini akhirnya diwujudkan menjadi sebuah bangunan masjid dan tentunya pengerjaan ini sendiri dibantu oleh warga sekitar dan dikerjakan secara bersama-sama. Dana yang diperoleh pun hasil dari kumpulan iuran warga sekitar. Pembangunan masjid ini sendiri diperkirakan dibangun pada tahun 1940. Pembangunan inijuga memakan waktu sekitar satu tahun.

Setelah Masjid Jamik ini mengalami renovasi, aktivitas keagamaan pun telah dipindah pusatkan ke masjid ini. Selain menjadi sarana bagi para pemuda dan pemudi untuk menambah ilmu agama, masjid ini juga sering digunakan sebagai tempat pertemuan oleh para tokoh-tokoh organisasi lain, seperti para tokoh Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama serta beberapa jajaran organisasi keagamaan lainnya yangberada di Bengkulu.

Menurut berbagai sumber terpercaya menyebutkan pula bahwa masjid ini sendiri dulunya berada di Kampung Bajak. Perkampungan ini dekat dengan makan Sentot Ali Basya yang tak lain adalah teman seperjuangan Pangeran Diponegoro yang saat itu di buang oleh Pemerintah Belanda ke daerah Bengkulu. Kemudian awal abad 18 masjid ini oleh warga dipindah tempatkan ke lokasi dimana sekarang masjid ini berdiri kokoh.

Masjid ini memiliki tiga buah bangunan yang menyatu. Ketiga bangunan tersebut diantaranya adalah serambi, ruang utama serta tempat untuk berwudhu. Lantai yang digunakan pada ruangan serambi adalah berupa ubin teraso putih dan memiliki bentuk persegi dengan ukuran sekitar 11.46 x 7.58 m. Dibagian ini pula terdapat satu buah bedug dengan diameter sekitar 80 cm. Bagian pintu sendiri berjumlah dua dan menggunakan bahan teralis besi.

Pada bagian belakang serambi ini juga terdapat ruangan utama yang memiliki 3 buah pintu dan pada setiap pintu memiliki dua daun pintu. Dibagian ambang pintu terdapat hiasan berupa kaligrafi dari ayat-ayat Al-Qur’an. Banguanan utama dari masjid ini memiliki ukuran sekitar 14.65 x 14.65 m dan di dalam banguan utama ini juga terdapat mihrab yang memeiliki lebar sekitar 1.60 m dan panjang 2.5 m. Pada bagian sebelah mihrab yaitu tepatnya bagian sebelah kanan, terdapat sebuah mimbar yang memiliki corak bergaya Istambul dan untuk menaiki mimbar ini terdapat 4 buah anak tangga. Di bagian atap masjid ini juga terdapat dua kubah yang terbiat dari seng aluminium. Masjid Jamik ini juga memiliki halaman yang terbilang cukup luas. Kini halaman masjid ini telah dilengkapi dengan pagar besi serta pilar yang terbuat dari batu. Di bagian halaman ini juga terdapat pohon serta tanaman yang terlihat begitu indah. Adanya pepohonan ini juga membuat udara di masjid ini nampak begitu sejuk.

Baca juga : Gunung Bungkuk, Kisah Mistis Tentang Suku Anak Dalam

Hingga saat ini Masjid Jamik ini telah menjadi bangunan bersejarah yang berkategori sebagai benda cagar bedaya dan juga telah dilindungi berdasarakan Undang-Undang No 11 Tahun 2010. Dan jadilah seperti yang kita ketahui saat ini bahwa Masjid Jamik menjadi salah satu objek wisata religi yang cukup banyak dikunjungi oleh para wisatawan yang sedang berada di Kota Bengkulu.

Peta Lokasi dan Akses Menuju Ke Masjid Jamik

Masjid Jamik ini sendiri berada tepat di jantung Kota Bengkulu dantepatnya di Jalan Soeprapto Kelurahan Pengantungan, Gading Cempaka, Provinsi Bengkulu.  Lokasi masjid ini juga cukup strategis sehingga para pengunjung juga tidak terlalu sulit untuk menemukan masjid ini. Untuk menuju ke lokasi masjid ini para pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun dengan menggunakan kendaraan umum.

Tips Berlibur ke Masjid Jamik

  • Untuk mengunjungi objek wisata religi ini tidak perlu repot-repot melihat jadwal atau jam operasional, karena lokasi ini dapat anda kunjungi kapan saja

  • Ada baiknya saat akan mengunjungi masjid ini menggunakan pakaian yang sopan

  • Anda juga dapat mengabadikan momen dengan berfoto di sekitar masjid ini

  • Jagalah selalu kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan di area Masjid Jamik

You may also like