Rumah Tabib Kerajaan, Salah Satu Cagar Budaya di Kepulauan Riau
Rumah Tabib Kerajaan dapat Anda jumpai di Kota Tanjung Pinang yang ada di Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Kabarnya, dahulu bangunan ini merupakan rumah tinggal dari seorang tabib terkenal di Kerajaan Riau – Lingga

Rumah Tabib Kerajaan ini merupakan salah satu objek wisata berupa cagar budaya yang ada di Kepulauan Riau. Meski keberadaannya sudah tidak seperti dahulu lagi, namun sampai saat ini masih banyak yang tertarik untuk mengunjungi dan menggali info mengenai cagar budaya ini. Sekarang ini yang tersisa dari Rumah Tabib Kerajaan hanyalah bangunan tanpa atap yang dihiasi dengan akar pohon yang menempel pada dinding bangunan yang tumbuh dengan liar. Sehingga, tidak banyak yang bisa dibayangkan mengenai rumah tabib di zaman dahulu bila melihat kondisi bangunannya sekarang ini.

Fasilitas Rumah Tabib Kerajaan

Fasilitas yang disediakan di cagar budaya itu sendiri hanyalah guide yang merupakan penduduk setempat, mengingat Pulau Penyengat termasuk pulau yang kecil di Riau.

Sejarah Rumah Tabib Kerajaan

Raja Ahmad Thabib bin Raja Hasan bin Raja Ali Haji yang merupakan seorang ulama sekaligus tabib (dokter) yang sangat terkenal di masanya. Secara garis keturunan, beliau ini masih satu darah dari Raja Ja’far yang merupakan ayah dari Raja Ali Haji atau dengan kata lain beliau ini adalah cicit dari Raja Ja’far.

Ibu dari sang tabib adalah Raja Maimunah yang sekaligus merupakan putri kandung dari Raja Abdullah atau dengan nama jabatan Yang Dipertuan Mudah Riau – Lingga IX. Berdasarkan arsip yang ada menyatakan bahwa Raja Ahmad Thabib lahir pada tahun 1865 atau 1282 kalender Hijriyah di Pulau Penyengat, tepatnya Indera Sakti.

Raja Ahmad Thabib mulai mendapat pengakuan sebagai tabib atau dokter di Pulau Penyengat pada tahun 1883 atau 1301 kalender Hijriyah dan di saat yang sama mulai menjadi tabib partikuler (swasta). Kemudian, barulah 18 tahun setelahnya atau tepatnya di tahun 1901 (1319 kalender Hijriyah) beliau diangkat menjadi tabib kerajaan dengan gelarnya Duli Yang Maha Mulia Sultan.

Keputusan tersebut berdasar dari besluit bertarikh 25 Rabiulawal 1319 H (1901 M), No. 6/8. Akan tetapi, tidak lama setelah itu atau tepatnya 10 tahun kemudian Sultan Riau turun tahta dan membawa dampak langsung terhadap Raja Ahmad Thabib yang juga diberhentikan atau pensiun dari Governement Holanda karena pada saat itu Belanda masih menguasai sebagian besar wilayah yang ada di Nusantara.

Raja Ahmad Thabib juga meracik beberapa obat – obatan dan salah satunya yang paling dikenal mujarab oleh seantero Riau, Singapura, serta Johor, Malaysia adalah Syarbat Zanjabil. Syarbat Zanjabil ini merupakan sejenis obat herbal yang dikemas dalam bentuk botol berisikan cairan dan diracik langsung dari bahan rempah – rempah berkualitas serta memiliki aroma harum yang khas.

Beberapa penyakit yang dapat sembuh dengan mengonsumsi Syarbat Zanjabil ini adalah sakit jantung, sakit tulang, sakit kuning, dan lain sebagainya. Tidak hanya meracik obat herbal, Raja Ahmad Thabib juga dapat melakukan operasi atau pembedahan meski pada saat itu belum ada alat – alat medis yang modern seperti zaman sekarang ini.

Hunting Foto di Wisata ini

Tidak banyak yang dapat diabadikan, hanya saja Anda tetap dapat mengambil gambar kondisi bangunan di tempat ini dan menuliskan kisah tersendiri perihal itu. Anda juga dapat berfoto dengan latar bangunan tersebut untuk dokumentasi perjalanan.

Baca Juga : Pulau Penyengat, Pulau yang Mempunyai Banyak Destinasi Wisata

Akses Menuju ke Rumah Tabib Kerajaan

Bagi Anda yang berasal dari luar Kepulauan Riau, pertama – tama, harus menggunakan kapal dengan tujuan perjalanan pelabuhan besar yang dekat dengan kota Tanjung Pinang, Pulau Penyengat. Kemudian, dari sana Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih mudah, yaitu hanya mencari transportasi umum yang melewati lokasi cagar budaya, rumah tabib.

Tips Berwisata ke Rumah Tabib Kerajaan

Upayakan untuk ikut serta menjaga keberadaan Rumah Tabib Kerajaan yang meski keberadaannya sekarang ini sudah tidak utuh lagi. Namun, minimal Anda sudah ikut menjaga aset sejarah yang dimiliki kota Tanjung Pinang agar keberadaan dari cagar budaya ini terus dapat dinikmati serta dipelajari banyak wisatawan atau pengunjung lainnya.

Jam Buka dan Peta Lokasi Rumah Tabib Kerajaan

Cagar budaya ini dapat Anda kunjungi di jam 10.00 pagi sampai dengan 17.00 sore hari waktu setempat (WIB). Kabar baiknya, Anda dapat masuk dan menjelajahi bangunan bersejarah ini dengan gratis, tidak dipungut biaya apapun.

Demikianlah sedikit cerita dan informasi di balik Rumah Tabib Kerajaan yang merupakan rumah huni Raja Ahmad Thabib pada masa itu. Semoga dapat menambah wawasan Anda, terutama perihal medis di zaman dahulu.

You may also like