Candi Sewu : Fasilitas, Rute, Jam Buka, Harga Tiket dan Daya Tarik
Candi Sewu dibangun pada masa Kerajaan Mataram pada abad 8 Masehi atas perintah penguasa kerajaan yakni Rakai Panangkaran (746M-784M). Candi ini diduga kuat menjadi pusat keagamaan Buddha.

Indonesia terkenal dengan warisan budaya dari nenek moyang dan leluhur yang sangat kaya dan beragam. Tak salah jika banyak turis dan wisatawan asing datang ke Indonesia hanya untuk mengunjungi situs-situs peninggalan sejarah. Bahkan Indonesia telah lama menjadi tempat penelitian mengenai sejarah dan kebudayaan masa lampau peninggalan leluhur.

Candi Sewu

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia adalah candi. Banyak candi-candi di Indonesia yang dibangun pada masa kerajaan Hindu-Buddha. Di antara candi-candi tersebut ada yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Contoh candi yang terkenal adalah Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Namun tidak banyak yang tahu mengenai Candi Sewu.

Daya Tarik Candi Sewu

Mengunjungi situs-situs sejarah dan peninggalan nenek moyang adalah salah satu bentuk pelestarian budaya dan pemeliharaan aset negara. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya dan peninggalan leluhur. Selain memelihara aset bangsa, mengunjungi situs sejarah juga merupakan bentuk sumbangsih terhadap bangsa dan negara.

Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi yang di dalamnya terdapat banyak candi-candi peninggalan sejarah, salah satunya yakni Candi Sewu. Candi tersebut dibangun pada masa Kerajaan Mataram pada abad 8 Masehi atas perintah penguasa kerajaan yakni Rakai Panangkaran (746M-784M). Candi ini diduga kuat menjadi pusat keagamaan Buddha pada waktu itu.

Uniknya, raja Mataram yang berkuasa saat itu merupakan raja yang beragama Hindu, namun karena mendapat pengaruh kuat dari Wangsa Syailendra yang beragama Buddha maka kerajaan tersebut pun beragama Buddha. Letaknya yang berdampingan dengan Candi Prambanan membuat candi ini masih termasuk dalam kawasan wisata Candi Prambanan. Beberapa daya tarik yang ditawarkan yakni:

1. Jumlah candi

Nama Sewu yang diambil dari bahasa Jawa yang berarti seribu. Hal ini merujuk pada jumlah candi yang begitu banyak yang terbagi atas beberapa bagian candi yakni 249 buah candi yang terdiri dari 1 candi utama, 8 candi pengapit atau disebut candi antara, dan 240 candi perwara. Meskipun namanya candi seribu, namun sesungguhnya jumlahnya tidak mencapai seribu persis.

2. Letak candi

Candi Sewu memiliki pintu gerbang menuju pelataran luar sebanyak 4 buah pintu yang terletak di sisi barat, utara, timur, dan selatan. Masing-masing pintu dijaga oleh dua arca Dwarapala yang berhadap-hadapan. Begitu juga dengan pelataran luar yang memiliki pintu masuk sebanyak 4 pintu masuk yang serupa dengan pintu keluar.

Candi utama terletak di tengah-tengah dan dalam susunan yang simetris candi utama dikelilingi oleh candi pengapit yang berjumlah 8 buah candi. Candi utama terletak di sebuah pelataran persegi dengan luas mencapai 40 meter persegi. Bangunan candi berbentuk poligon dengan diameter 29 meter dan tinggi 30 meter dengan atap yang memiliki stupa pada puncaknya.

3. Relief candi

Relief merupakan motif pahatan yang berada di dinding-dinding candi dan biasanya berisi cerita tersendiri. Pada kaki candi seribu terdapat tiga bagian yakni perbingkaian bawah, tubuh kaki, dan perbingkaian bawah. Tubuh kaki merupakan bagian yang terdapat relief yang bermotif jambangan bunga atau yang disebut Purnakalasa. Purnakalasa melambangkan kesuburan dan kekuatan hidup.

4. Hiasan candi

Pada pangkal pipi tangga pada candi tersebut terdapat hiasan yang disebut dengan makara, kepala naga yang memiliki mulut lebar menganga dan terdapat arca Buddha di dalamnya. Sedangkan pada bagian luar pipi tangga dihiasi dengan pahatan patung Kalpawreksa dengan wujud raksasa. Berbeda dengan pipi tangga, pada ambang pintu juga terdapat kepala naga namun berisi singa.

Fasilitas Candi Sewu

Fasilitas yang akan Anda dapatkan jika berkunjung ke Candi Sewuadalah:

  1. Area parkir yang luas
  2. Terdapat kamar mandi dan toilet
  3. Terdapat musholla
  4. Tempat penginapan
  5. Disediakan panggung hiburan

Jam Buka dan Harga Tiket Candi Sewu

Jam buka Candi Sewuyakni mulai dari jam 6 pagi dan ditutup pada pukul 5 sore. Anda cukup membeli tiket seharga Rp10.000,00 per orang untuk menikmati wisata sejarah. Untuk tiket parkir, Anda harus membayar sebesar Rp2000,00 jika Anda membawa kendaraan roda dua, dan Rp5000,00 untuk kendaraan beroda empat.

Lokasi dan Rute Candi Sewu

Lokasi candi terletak di Jl. Raya Solo KM 16, Klurakbaru, Tlogo, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum dan akses jalan juga sangat mudah karena berada di jalan raya Solo-Yogyakarta.Untuk menuju ke lokasi, Anda akan menempuh jarak sekitar 19,1 kilometer jika Anda berangkat dari pusat Yogyakarta.

Jika Anda menggunakan kendaraan beroda dua maka akan menghabiskan waktu sekitar 40-an menit dengan kecepatan normal. Rute yang dilewati juga cukup mudah dan jalanan layak untuk dilewati.Dari arah Yogyakarta pusat, jalan yang harus Anda lewati yakni Jl. Panembahan Senopati lurus menuju ke Jl. Raya Yogyakarta dan Jl. Kusumanegara hingga perempatan.

Dari perempatan menuju ke utara melewati Jl. Janti kemudian belok ke arah timur ke perempatan Ring Road Timur ke utara menuju Jl. Majapahit. Setelah lurus dan sampai ke pertigaan ke timur Jl. Raya Solo dan lurus sampai ke Jl. Raya Yogyakarta-Prambanan, sampai di pertigaan ke utara sampai Jl. Taman Prambanan Kulon dan ikuti jalan tersebut hingga sampai lokasi.

Tak ada salahnya jika Anda dan keluarga menyempatkan waktu libur Anda untuk mengunjungi Candi Sewu yang berada di kawasan Candi Prambanan. Selain dapat melepas penat dengan memandang panorama yang tersedia, Anda dan keluarga juga dapat belajar bahwa ternyata Indonesia adalah bangsa yang kaya.

Kumpulan Koleksi Foto dan Gambar Candi Sewu

Candi Sewu
Candi Sewu Source : instagram.com/outofpixel/
Candi Sewu
Candi Sewu Source : instagram.com/frauderwinde/

Tempat Wisata Lainnya