Gunung Masurai, Surga Baru bagi Para Pendaki di Kabupaten Merangin
Gunung Masurai merupakan gunung di Kabupaten Merangin, yang menawarkan keindahan alam serta beberapa danau eksotis didalamnya. Gunung ini merupakan gunung berapi tak aktif, yang kini semakin diburu para komunitas pecinta alam.

Kabupaten Merangin menyajikan hamparan alam yang masih perawan serta terjaga kelestariannya. Berbagai panorama menawan bisa ditemukan dengan mudahnya saat berada di daerah ini. Tak mau kalah dengan Kerinci, Merangin juga memiliki beberapa tempat wisata andalan yang patut untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Gunung Masurai yang cocok untuk pendakian.

Mungkin namanya terasa asing di telinga, dan masih kalah populer jika dibandingkan dengan Gunung Kerinci. Namun keindahan yang ditawarkan Gunung Masurai mampu memukau pandangan mata, dengan hutan tropis yang masih lestari serta beberapa danau vulkanik didalamnya. Gunung ini juga menawarkan sensasi mendaki yang seru dan cukup menantang.

Gunung Masurai

Gunung Masurai sebenarnya berada pada 3 kecamatan yaitu, Kecamatan Jangkat, Kecamatan Lembah Masurai dan Kecamatan Sungai Tenang. Titik awal pendakian yang biasanya digunakan para pendaki berada di Desa Sungai Lalang, Kecamatan Lembah Masurai. Untuk menuju ke desa ini, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 100 kilometer dari Kota Bangko. Perjalanan ini bisa ditempuh dengan memakan waktu sekitar 3 jam.

Di Desa Sungai Lalang, terdapat satu homestay yang sering digunakan untuk berkumpul para pendaki dari berbagai daerah. Di homestay ini wisatawan bisa istirahat dan mempersiapkan perbekalan mendaki. Pendakian di Gunung Masurai memang belum ramai seperti gunung-gunung yang lain. Tetapi keindahan panorama berupa danau-danau eksotis menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Pesona Gunung Masurai

Dari Desa Sungai Lalang jarak untuk sampai di pintu rimba masih lumayan jauh. Pendakian pun dimulai dengan melewati ladang serta perkebunan kopi milik warga setempat. Kawasan ladang dan kebun ini sebenarnya masih bagian dari hutan gunung yang beralih fungsi. Medan pun masih tergolong mudah dilalui, dan perjalanan pun akan terasa menyenangkan dengan sajian hijaunya perkebunan.

Gunung Masurai sejatinya termasuk dalam gunung berapi, namun kini gunung ini sudak tak aktif lagi. Memiliki ketinggian yang mencapai 2.980 meter diatas permukaan laut, gunung ini juga masuk dalam kawasan hutan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat. Pada gunung ini terdapat beberapa danau eksotis yang berada pada ketinggian, yaitu Danau Kumbang, Danau Mabuk, Danau Larangan dan Danau Merah.

Gunung Masurai

Danau Kumbang menjadi danau yang paling sering dikunjungi, karena memiliki panorama indah dengan hijaunya hutan yang mengelilingnya. Menurut cerita masyarakat setempat, nama Gunung Masurai berasal dari mas yang terurai. Memang disekitar gunung ada beberapa tambang emas, yang menurut penelitian emas di daerah ini memiliki kualitas terbaik dengan kadar kemurnian mencapai 99%.

Namun mas yang terurai juga bisa bermakna tentang keindahan alam yang dimiliki gunung ini. Gunung Masurai memiliki jalur pendakian yang cukup ekstrim, dengan lebatnya hutan tropis serta dipenuhi tumbuhan lumut. Banyak dijumpai lumut-lumut tebal yang melapisi pepohonan, hutan pun cukup lembab namun kelestariannya masih sangat terjaga.

Jalur pendakian menuju puncak gunung pun sangat membingungkan, dan bisa membuat pendaki tersasar. Hal ini dikarenakan jalan yang ditumbuhi semak belukar, meskipun telah diberi papan-papan petunjuk jalan. Wisatawan pun akan menemui banyak persimpangan jalan, sehingga bagi pendaki pemula diwajibkan untuk mengajak pemandu atau orang yang mengenal jalur pendakian Gunung Masurai.

Dalam pendakian, wisatawan pun akan menghadapi berbagai rintangan yang cukup ekstrim. Jalur dengan kemiringan yang sangat curam, jalanan licin dan lembab menjadi tantangan untuk ditaklukkan. Pada jalur pendakian ini, untungnya terdapat beberapa shelter yang bisa digunakan untuk beristirahat, mengisi perbekalan air, dan juga mendirikan tenda.

Sebelum sampai di puncak, pendaki bisa mampir terlebih dahulu untuk menikmati indahnya Danau Kumbang. Jika dilihat dari atas, danau ini nampak eksotis dengan dikeliling pepohonan hijau. Pendaki pun sering berlama-lama didanau ini untuk menikmati keindahannya serta bercamping. Dari Danau Kumbang ke puncak, perjalanan pun harus dilanjutkan selama kurang lebih 2 jam.  

Diperlukan waktu hingga berjam-jam untuk mencapai puncak Gunung Masurai dari pintu rimba. Namun segala upaya, dan perjuangan mencapai puncak akan terbayar lunas dengan panorama indah yang tersaji. Dari puncak wisatawan akan dihadapkan samudra awan, serta pemandangan Gunung Nilo yang menawan.

Fasilitas Gunung Masurai

Pendakian Gunung Masurai memang masih belum diresmikan oleh pemerintah setempat. Selain itu, tak banyak wisatawan yang menjadikan gunung ini sebagai destinasi pendakian utama. Karena itu, tak banyak fasilitas yang akan ditemukan wisatawan disekitar gunung. Hanya terdapat sebuah homestay milik warga Desa Sungai Lalang yang bisa digunakan menginap.

Bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke gunung ini, sebaiknya membeli segala perbekalan di Kota Bangko. Karena di Desa Sungai Lalang tak banyak toko yang bisa ditemukan. Wisatawan bisa meminta warga dari Desa Sungai Lalang untuk memandu selama pendakian, tentunya dengan upah yang telah disepakati.

Baca Juga: Goa Tiangko, Goa dengan Jejak Purbakala di Kabupaten Merangin

Para pecinta alam yang hobi berpetualang, bisa menjadikan Gunung Masurai sebagai destinasi mendaki baru. Berikut beberapa kegiatan yang dapat dilakukan saat berada di gunung ini.

Menikmati Keindahan Alam

Gunung Masurai memiliki keindahan yang benar-benar masih alami. Lebatnya hutan tropis dengan segala pepohonan, danau-danau eksotis serta pemandangan dari puncak menjadikan gunung ini layak disebut sebagai surganya para pendaki. Kamu pun akan mendapatkan pengalaman berpetualang yang baru jika berkunjung ke gunung ini.

Disepanjang pendakian saja kamu sudah bisa menikmati sejuknya udara, berpadu kicuan burung yang merdu. Di Danau Kumbang kamu bisa bersantai, serta berlama-lama menikmati dingin dan segarnya air. Pemandangan di puncak pun tak kalah indahnya, kamu akan disuguhi samudra diatas awan yang cantik berpadu keelokan panorama Gunung Nilo.

Hunting Foto

Saat kamu mendaki Gunung Masurai, kamu pun bisa mengabadikan momen seru dan langka dengan berfoto. Banyak sekali keindahan yang bisa kamu potret di gunung ini, seperti Danau Kumbang. Kamu juga bisa memotret di puncak gunung untuk mendapatkan sebuah view yang menawan.

Danau Kumbang menjadi salah satu spot favorit untuk berfoto karena keindahan yang dimilikinya. Danau alami, dengan dikelilingi pepohonan hijau, serta airnya yang jernih seakan sangat sayang jika tak kamu bidik dengan kamera. Kamu juga bisa berfoto dengan memanfaatkan bebatuan dipinggir danau, atau pepohonan disekitar danau.

Baca Juga: 235 Tempat Wisata di Jambi Paling Menarik dan Wajib Dikunjungi

Peta Lokasi Gunung Masurai

Tips Berwisata di Gunung Masurai

  • Rencanakanlah pendakian secara matang, dan sebaiknya datanglah pada saat musim kemarau.
  • Kamu bisa saja mendaki saat musim penghujan, namun dengan resiko medan yang semakin berat dan semakin ekstrim.
  • Jika kamu pemula dan baru pertama kali mendaki gunung ini, kamu bisa menggunakan jasa pemandu.
  • Persiapkanlah seluruh perbekalan dari Kota Bangko.
  • Gunakan pakaian dan sepatu yang nyaman untuk mendaki gunung.
  • Tetaplah berhati-hati, waspada saat mendaki, kerjasama tim yang solid akan memudahkanmu untuk mencapai puncak.
  • Sebaiknya bawa kantong plastik untuk tempat sampah-sampah makanan yang kamu bawa.
  • Jagalah kelestarian gunung dan jangan merusak alam, karena gunung ini masih bagian dari hutan konservasi.

You may also like