Masjid Sultan Lingga, Masjid Peninggalan Sultan Mahmud Syah III
Masjid Sultan Lingga merupakan salah satu bangunan sejarah yang telah dilindungi oleh undang-undang sebagai situs budaya di kabupaten Lingga. Jadi, jika Anda berkunjung ke Kepulauan Riau, sempatkan untuk mengunjungi Masjid Sultan Lingga ini, untuk lebih mengenal bangunan bersejarah yang terdapat di Kepulauan Riau

Masjid Sultan Lingga merupakan masjid jami’ kabupaten Lingga yang tepatnya terletak di kelurahan Daik, kecamatan Lingga, kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Masjid ini merupakan masjid peninggalan Sultan Mahmud Syah III, yang dibangun pada tahun 1800. Sampai saat ini Masjid Sultan Lingga telah mengalami renevosi beberapa kali. Meskipun demikian, Masjid ini tetap memiliki ciri khas bangunan yang sama dengan aslinya.

Jika sampai di Masjid ini, Anda akan disuguhkan dengan pesona bangunan masjid yang klasik dengan pagar yang mengelilingi masjid. Masjid ini dibangun di atas tanah yang seluas 1320 m2 dengan bangunan masjid yang memiliki luas 299 m2.

Masjid Sultan Lingga ini dibangun dengan tidak menggunakan tiang, namun masjid ini berdiri dengan pilar-pilar yang berjumlah 10. Empat buah pilar terletak di ruang utama masjid dan enam pilar terletak di serambi masjid. Tidak adanya tiang dalam bangunan ini merupakan ciri khas tersendiri Masjid Sultan Lingga.

Tak hanya itu, keunikan sejarah yang terdapat di Masjid Sultan Lingga ini dapat dilihat pada dinding kelir yang terdapat di serambi dengan ukuran 277 x 174 cm. dinding tersebut dihiasi dengan pahatan krawangan dengan pola sulur dan bunga. Dengan lantainya yang terbuat dari batu pualam putih yang berukuran 60 x 60 cm.

Sejarah masjid Sultan Lingga

Pintu Masjid ini pun juga unik. Terdapat 3 pintu yang dapat digunakan sebagai jalan masuk ke ruangan masjid. Pintu dan jendela masjid diukir dengan sulur-sulur sehingga memperkuat nilai budaya masjid. Jika Anda telah masuk ke dalam masjid, Anda akan melihat mimbar yang terbuat dari pahatan kayu yang berukuran 225 x 180 cm. Mimbar ini juga kaya akan pahatan motif sulur serta bunga jepara.

Sejarah berdirinya masjid Sultan Lingga ini tidak terlepas dari sejarah pemerintahan Sultan Mahmud III. Pada waktu itu, Sultan Mahmud III merupakan sultan yang memimpin daerah Lingga, Johor, serta Pahang. Menurut riwayat, Masjid Sultan Lingga ini pernah dipindahkan ke Pahang yang hanya digunakan untuk melaksanakan sholat jum’at satu kali.

Fasilitas di Masjid Sultan Lingga

Sama seperti bangunan masjid yang lainnya, Masjid Sultan Lingga memiliki beberapa fasilitas yang umumnya dimiliki oleh masjid. Seperti misalnya ruang-ruang untuk beribadah yang memisahkan antara putra dan putri, kamat mandi, dan tempat parkir.

Letak masjid yang berada di pusat kota menyebabkan banyak fasilitas umum yang dapat ditemui di sekitar masjid, seperti misalnya rumah atau warung makan, penginapan, dan tempat-tempat lainnya yang dibutuhkan pengunjung.

Hunting Foto di Masjid Sultan Lingga

Masjid Sultan Lingga memiliki bangunan yang unik yang memiliki nilai sejarah yang  tinggi. Sehingga dapat Anda jadikan spot foto di berbagai area. Anda dapat berfoto di depan masjid, di serambi maupun di dalam masjid.

Baca Juga : Pulau Senoa, Menikmati Snorkling Dengan Tatanan Terumbu Karang Yang Masih Terjaga

Tips Berwisata ke Masjid Sultan Lingga

Meskipun Masjid Sultan Lingga merupakan bangunan yang bersejarah, namun bangunan ini tetap merupakan tempat beribadah orang Islam. Sehingga saat berkunjung di masjid ini Anda hendaknya menjaga sopan santun dalam bersikap dan bertutur kata. Jika Anda ingin berfoto juga sebaiknya Anda pada saat masjid tidak sedang digunakan untuk sembahyang.

Selain berkunjung ke masjid, Anda juga dapat berziarah ke makam Sultan Mahmud Riayat Syah atau biasa dikenal dengan Sultan Mahmud III. Anda bisa sekaligus berziarah ke makam karena lokasi masjid dengan makam tersebut berdekatan.

Akses Menuju Masjid Sultan Lingga

Masjid Sultan Lingga terletak di kabupaten Lingga. Sehingga untuk mencapai lokasi tersebut, Anda harus menempuh perjalanan dari Tanjung pinang dengan menggunakan kapal. Selanjutnya, setelah sampai di pelabuhan Pancur, Anda harus menempuh jalur darat dengan menggunakan motor ataupun mobil untuk bisa sampai ke Masjid Sultan Lingga.

Jam Buka dan Peta Lokasi

Seperti masjid pada umumnya, Masjid Sultan Lingga ini dapat Anda kunjungi kapan saja. Masjid ini merupakan tempat umum yang digunakan untuk beribadah umat muslim, sehingga Anda pun bebas mengunjungi masjid ini kapan pun.

Karena bangunan ini merupakan tempat ibadah, jadi untuk bisa masuk ke masjid ini Anda tidak perlu membayar biaya masuk. Namun jika berkenan, Anda dapat mengisi kotak amal yang terdapat di sekitar masjid. Hasil dari kotak amal ini tentunya akan digunakan untuk keperluan masjid.

Demikian penjelasan mengenai Masjid Sultan Lingga. Masjid ini merupakan wisata budaya yang mengandung nilai sejarah tinggi yang patut ANda kunjungi saat berada di Lingga.

You may also like