Meriam Sumbing, Saksi Meletusnya Perang Retih
Meriam Sumbing merupakan salah satu tempat wisata yang bernilai sejarah yang terletak di kabupaten Lingga Kepulauan Riau, tepat di Pulau Mepar. Meriam ini terletak tepat di depan masjid Al-Marhamah. Wisata bersejarah ini biasanya ramai dikunjungi pada saat hari libur

Lokasi tempat wisata Meriam Sumbing ini tidak jauh dari pintu masuk pulau Mepar. Sehingga setelah sampai di pulau, dengan jarak sekitar 20 meter Anda akan menemukan Benteng Lekok yang mengahdap secara langsung ke arah Tanjung Buton. Benteng ini dilengkapi dengan 7 meriam. Berjarak beberapa meter, Anda akan menemukan meriam sumbing yang melegenda di masyarakat.

Meriam ini berkumpul dengan meriam-meriam yang lain, yang dahulunya masih berserakan. Namun sekarang sudah tertata dan bisa menjadi tempat wisata bersejarah. Meriam-meriam ini menjadi benda bersejarah yang menarik bagi penikmat sejarah. Salah satunya ialah meriam sumbing yang mempunyai panjang sekitar 1,5 meter.

Sejarah Meriam Sumbing

Adanya Meriam Sumbing yang terdapat di Pulau Maper ini tentunya tidak terlepas dari nilai sejarah. Pada zaman dahulu kala meletuslah perang Retih yang terjadi pada tahun 1857. Perang tersebut terjadi karena Panglima Besar Retih yang bernama Raja Long tidak mengakui Sultan Sulaiman sebagai Sultan Lingga

Pada waktu itu, konon meriam Sumbing belum dapat digunakan untuk bertempur. Namun pada suatu malam terdengan suara yang muncul dari meriam ini, sehingga para pasukan perang dari Lingga pun sepakat untuk membawa meriam ini untuk ikut bertempur. Dan siapa kira ternyata meriam ini memiliki kemampuan yang bisa diandalkan.

Meriam ni terus menghujani tembakan yang selanjutnya membuat ujung meriam menjadi pecah. Ujung meriam yang pecah ini kemudian membuat meriam tersebut diberi nama Meriam Sumbing. Meskipun sumbing, namun meriam ini tetap diandalkan saat berperang. Hingga saat ini, Meriam Sumbing menjadi meriam yang dikeramatkan oleh warga sekitar.

Fasilitas Meriam Sumbing

Meriam Sumbing terletak di satu tempat bersama dengan benda-benda bersejarah yang lain. Meriam ini diletakkan di bawah pondokan yang beratap, sehingga membuat pengunjung tidak kepanasan jika berkunjung di siang hari. Lokasi wisata Meriam Sumbing yang berdekatan dengan rumah-rumah warga, sehingga Anda dapat dengan mudah menemukan beberapa tempat makan ataupun kamar mandi.

Hunting Foto di Meriam Sumbing

Mengunjungi situs-situs bersejarah menjadi kurang lengkap jika tanpa adanany momen foto. Dengan berfoto Anda dapat mengabadikan situs sejarah yang Anda kunjungi untuk bisa disampaikan ke orang lain. Anda dapat berfoto di dekat meriam untuk mendapatkan hasil jepretan yang menarik. Di sekitar meriam juga terdapat benda-benda bersejarah yang lain yang dapat Anda jadikan sebagai tempat foto.

Tips Berwisata ke Meriam Sumbing

Jika Anda hendak berkunjung ke tempat wisata Meriam Sumbing, sebelumnya Anda harus mempersiapkan segala perlengkapan yang nantinya Anda butuhkan disana. Anda juga bisa membawa makanan ringan yang dapat Anda santap saat perjalanan, mengingat waktu yang ditempuh untuk sampai ke Meriam Sumbing terbilang cukup lama.

Setelah sampai di tempat wisata Meriam Sumbing, Anda dapat menggali informasi mengenai sejarah yang berkaitan dengan Meriam Sumbing. Karena tempat ini merupakan tempat bersejarah, sangat disayangkan jika Anda berkunjung tanpa menggali lebih dalam sejarah yang berkaitan dengan Meriam.

Baca Juga : Masjid Sultan Lingga, Masjid Peninggalan Sultan Mahmud Syah III

Akses Menuju Meriam Sumbing

Untuk sampai ke kawasan wisata Meriam Sumbing ini, Anda harus menempuh perjalanan mulai dari Tanjungpinang menuju kecamatan Dabo yaitu ke pelabuhan Jagoh, dengan menggunakan kapal ferry. Lama perjalanan yang harus Anda tempuh dari Tanjung pinang menuju Dabo yaitu sekitar 4 jam.

Setelah itu, dari pelabuhan Jagoh Anda harus menuju pelabuhan Tanjungbuton dengan menggunakan speed boat selama 30 hingga 40 menit. Pelabuhan Tanjungbuton terdapat di desa Mepar, sehingga setelah sesampainya di Mepar, Anda harus menggunakan transportasi darat untuk bisa sampai ke tempat wisata Meriam Sumbing.

Jam Buka dan Peta Lokasi Meriam Sumbing

Tempat wisata Meriam Sumbing ini dapat Anda kunjungi kapan saja. Namun ada baiknya Anda mengunjungi pada waktu pagi hingga sore hari sehingga Anda dapat mempelajari sejarah dengan maksimal. Untuk dapat menyamkisak meriam sumbing ini, Anda tidak akan ditagih tiket masuk alias gratis. Sehingga meriam sumbing ini menjadi tempat wisata hemat yang patut untuk dikunjungi.

Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa kabupaten Lingga tidak hanya memiliki wisata alam dan bahari yang menawan. Tetapi Lingga juga kaya akan bangunan dan tempat-tempat wisata bersejarah yang dapat dijadikan sebagai tempat wisata edukatif.

Demikian penjelasan singkat mengenai tempat wisata Meriam Sumbing. Semoga dapat meningkatakan gairah Anda untuk berwisata di tempat-tempat bersejarah, sekaligus mempelajarinya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang akan maupun sedang berkunjung ke Kepulauan Riau, serta dapat menambah destinasi wisata Anda. 

You may also like