Museum De Mata, Museum 3D Tempat Hunting Foto di Jogja
Museum De Mata merupakan sebuah museum di Jogja yang menyimpan berbagai koleksi lukisan 3 dimensi yang unik, merupakan tempat untuk berfoto yang kini populer di kalangan anak muda.

Jika berbicara tentang museum, pasti kamu akan membayangkan sebuah tempat yang dipenuhi dengan benda-benda kuno dan bersejarah. Sebagian besar anak muda, pasti beranggapan bahwa museum merupakan tempat yang membosankan serta tak menarik. Namun ternyata ada lho museum di Jogja yang justru digemari kawula muda. Museum tersebut adalah Museum De Mata.

Museum De Mata merupakan tempat wisata baru yang kini tengah hits dan populer dikalangan remaja. Dijamin, bagi kamu yang berkunjung ke tempat ini tidak akan merasa bosan sedikitpun. Terdapat ratusan koleksi gambar 3 dimensi yang bisa kamu gunakan sebagai background untuk berfoto. Museum ini memang anti mainstream, kamu akan tertipu dengan efek 3 dimensi yang ada di foto-foto museum ini.

Museum De Mata

Lokasi dari museum ini terletak pada XT Square, Jalan Veteran 150-151, Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta. Wisatawan setidaknya harus menempuh jarak 4 kilometer atau melakukan perjalanan selama 10 menit dari pusat Kota Jogja. Lokasi dari XT Square sendiri berada pada terminal lama Umbulharjo.

Tempat dari Museum De Mata yang terletak tak jauh dari pusat kota membuat wisatawan tak kesulitan untuk mencapainya. Pengunjung dapat memanfaatkan transportasi umum seperti transjogja, taksi, ojek, ataupun menggunakan kendaraan pribadi.

Museum De Mata memang tengah hangat menjadi bahan perbincangan di beberapa media sosial. Setelah beberapa orang mengunggah foto-foto unik, ketika tengah berkunjung ke museum tersebut. Tempat ini tentu menjadi primadona bagi setiap orang yang hobi fotografi dan berselfie ria.

Pesona Museum De Mata

Museum ini mulai dibuka pada tahun 2013, dan mulai gencar diperkenalkan kepada masyarakat pada tahun 2014. Secara keseluruhan museum ini memiliki luas sekitar 1600 meter persegi. Seluruh koleksi dari gambar dan lukisan yang ada dimuseum ini sebagian besar merupakan karya dari Petrus Kusuma dan ada pula karya dari mahasiswa seni rupa dari ISI Yogyakarta.

Desain dalam bangunan Museum De Mata dibentuk menyerupai labirin sehingga wisatawan tak jenuh ketika berada didalamnya. Pada setiap sudut museum, dilengkapi dengan koleksi lukisan dan gambar tiga dimensi dengan tema yang beragam dan berbeda-beda.

Museum De Mata

Kurang lebih terdapat 120 koleksi yang terdapat di dalam museum ini. Sepintas, lukisan dan gambar-gambar tersebut memang tak ada bedanya dengan lukisan dan gambar lainnya. Namun jika wisatawan bisa berpose sesuai dengan gambar, serta difoto dengan fokus yang benar maka akan dihasilkan sebuah foto unik. Seakan wisatawan tengah berfoto disuatu tempat lain.

Tujuan utama dibangunnya Museum De Mata memang untuk tempat kegiatan berfoto. Jadi kegiatan yang wajib dilakukan wisatawan jika berada di tempat ini adalah bernarsis ria. Sangat rugi bila datang kesini hanya melihat lihat koleksi gambar dan lukisan tanpa berpose di depan kamera.

Disini wisatawan dapat berfoto dengan latar belakang serta tema yang berbeda-beda. Contohnya pengunjung dapat berpose seolah-olah tengah bermain bola dengan Lionel Messi. Atau bisa juga bergaya seakan kepala anda tengah diterkam buaya. Terdapat pula background yang seolah menggambarkan kamu tengah berjalan di tembok cina. Sangat seru bukan?

Koleksi yang ada di Museum ini memang sangat beragam dan cukup lengkap, terdapat koleksi seperti publik figur dari berbagai penjuru dunia, artis, atlet olahraga, tempat wisata dunia dan masih banyak lagi. Lukisan dan gambar-gambar tersebut juga diganti secara berkala, sehingga wisatawan tak akan merasa bosan dan selalu ingin datang ke Museum De Mata.

Tak hanya itu, jika anda sedang tak punya inspirasi dalam bergaya di depan kamera, disetiap lukisan dan gambar yang ada di museum ini juga menyertakan gambar kecil sebagai contoh pose yang bisa digunakan. Hal tersebut dapat memudahkan wisatawan agar tak mati gaya dalam berfoto.

Museum De Mata juga dilengkapi dengan fasilitas sebagai penunjang untuk pengambilan gambar. Tersedia bangku kecil hingga tangga yang bisa digunakan untuk mempercantik serta lebih memperlihatkan efek tiga dimensi dari hasil foto.

Fasilitas Museum De Mata

Fasilitas yang tersedia di museum ini tergolong cukup lengkap, wisatawan akan dibuat nyaman ketika berada di dalama museum karena telah dilengkapi dengan AC. Selain itu, toilet yang letaknya tak jauh dari lokasi museum.

Jika anda lelah setelah berjalan menyusuri labirin-labirin yang ada dimuseum, kamu dapat bersantai sambil istirahat di kantin yang ada dimuseum. Kamu bisa istirahat sambil makan dan minum untuk mengobati rasa dahaga dan lapar usai menikmat menikmati koleksi museum.

Disediakan pula Wi-fi gratis bagi wisatawan yang berkunjung ke museum. Tentunya fasilitas ini sangat memanjakan wisatawan yang ingin mengupload hasil foto-foto yang telah diambil ke dalam akun sosial media pribadi.

Baca Juga: Museum Gunung Merapi, Wisata Edukasi Mengenal Gunung Legendaris

Museum De Mata memang memberikan pengalaman wisata berbeda bagi pengunjung yang ingin berburu foto unik. Berikut kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dimuseum tersebut.

Hunting Foto Unik

Didirikannya museum ini memang bertujuan untuk tempat berfoto, jadi kegiatan pertama yang wajib kamu lakukan yaitu berfoto. Terdapat berbagai background menarik yang lain dari pada yang lain di museum ini. Kamu bisa berfoto dengan lebih dari 120 koleksi 3 dimensi yang disediakan museum.

Jadi tempat ini sangat cocok bagi kamu yang doyan narsis didepan kamera. Tak aneh tempat ini menjadi populer dikalangan remaja, bahkan orang tua pun banyak yang berkunjung ke museum karena penasaran dengan koleksi-koleksi 3 Dimensi yang unik dan menarik.

Kamu bisa berfoto seolah-olah tengah diterkam harimua, atau bergaya bersama pubik figur seperti Mr. Bean, Sultan Hamengkubuwono X, Lionel Messi, dan masih banyak lagi. Kamu juga bisa bergaya seolah tengah berada dilintasan Moto GP, dan menunggangi motor miliki Jorge Lorenzo. Benar-benar sebuah pengalaman menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Menikmati Keindahan Museum

Selain berfoto, kamu juga bisa berjalan-jalan sambil menikmati koleksi-koleksi yang ada didalam museum. Koleksi-koleksi tersebut memang dibuat sedemikian rupa agar terlihat nyata dan mirip dengan kondisi sebenarnya. Terdapat lebih dari 120 koleksi 3 Dimensi yang bisa kamu nikmati keindahannya.

Koleksi-koleksinya pun secara berkala diganti oleh pengelola, hal tersebut dilakukan agar wisatawan tak pernah merasa bosan dengan koleksi 3 dimensi yang ada di museum ini. Museum 3 Dimensi pertama di Jogja ini memang memiliki koleksi yang cukup beragam dan lengkap.

Berkunjung ke Museum De Arca Statue

Museum ini merupakan bagian dari Museum De Mata yang letaknya bersebelahan. Pernahkah kamu mendengar Museum Madam Tussaud? Ya museum ini kurang lebih konsepnya sama dengan Museum Madam Tussaud. Terdapat berbagai koleksi patung dari tokoh-tokoh terkenal di museum ini.

Berbeda dengan Museum Madam Tussaud yang terbuat dari lilin, koleksi patung di museum ini dibuat dari bahan baku resin. Patungnya pun dibuat dengan skala perbadingan 1:1, sehingga sangat mirip dengan aslinya. Terdapat koleksi patung tokoh-tokoh seperti BJ. Habibie, Gus Dur, Albert Einstein, Cristiano Ronaldo, Jackie Chan, Captain America, Thor dan masih banyak lagi.

Harga Tiket dan Jam Buka Museum De Mata

Museum De Mata dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Untuk memasuki museum tersebut wisatawan harus membayar tiket sebesar Rp. 50.000 per orang, sedangkan jika ingin berlanjut ke Museum De Arca wisatawan harus menambah Rp. 80.000.

Peta Lokasi Museum De Mata

Tips Berwisata di Museum De Mata

  • Siapkanlah kondisi fisikmu jika kamu ingin berpose di 120 koleksi 3 dimensi yang ada di museum.
  • Bawalah kamera yang bagus, agar hasil fotomu lebih berkesan.
  • Datanglah bersama teman, karena jika datang sendiri kamu tidak akan bisa berfoto.
  • Pastikan baterai dari HP dan kamera dalam kondisi penuh.
  • Datanglah pada hari-hari Weekdays, karena museum ini akan sangat ramai jika kamu datang pada weekend.

You may also like