Waduk Keuliling, Fenomena Waduk Eksotis yang Tersembunyi
Waduk Keuliling merupakan waduk yang terletak di Aceh Besar dengan fungsi utama sebagai irigasi sawah, juga memiliki panorama yang indah.

Pesona wisata di Aceh Besar memang seakan tiada habisnya untuk dijelajahi. Begitu banyak keindahan alam yang tersembunyi, serta tersebar di berbagai tempat di Kabupaten yang terletak di ujung Provinsi Aceh ini. Waduk Keuliling adalah sedikit contoh dari sekian banyaknya wisata yang ada di Aceh Besar. Memiliki pemandangan alam sekitar nan indah yang bisa membuat terlena siapa saja yang menunjunginya.

Waduk Keuliling memang menjadi tempat wisata murah meriah primadona warga aceh. Tak jarang tempat ini akan ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal kala akhir pekan. Tempatnya yang sedikit terpencil nyatanya tak menyurutkan niat warga untuk menikmati keelokan panorama yang ada di waduk.

Waduk Keuliling

Secara administratif, waduk tersebut terletak pada Kecamatan Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Untuk mencapai lokasi Waduk Keuliling wisatawan setidaknya harus menempuh jarak sekitar 35 kilometer atau melakukan perjalanan kurang lebih satu jam dari Kota Banda Aceh. Banyak pula warga yang menyebut waduk ini dengan sebutan Waduk Indrapuri.

Untuk berkunjung ke lokasi ini, dari Banda Aceh anda bisa menempuh jalur Medan-Banda Aceh yang kondisi jalannya terbilang cukup bagus. Jalan tersebut sudah diaspal dengan baik sehingga mempermudah wisatawan dalam perjalanan. Selanjutnya, wisatawan bisa mengikuti petunjuk jalan yang ada di Kecamatan Cot Glie. Selama perjalanan, akan nampak indahnya gugusan perbukitan dan rumah-rumah warga.

Pesona Waduk Keuliling

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit dari Kecamatan Cot Glie, akan terlihat pintu masuk waduk yang dijaga oleh petugas. Wisatawan harus membayar biaya tiket masuk terlebih dahulu dan memarkirkan kendaraannya didekat pintu masuk waduk. Ketika memasuki waduk, akan nampak pemandangan indah waduk yang luas berdampingan dengan awan biru cerah.

Sebenarnya fungsi utama dari Waduk Keuliling adalah sebagai irigasi sawah untuk mengairi lahan sawah disekitar di Krueng, Aceh dengan luas sawah mencapai 4.000 hektar. Waduk ini mulai dibangun pada tahun 2000 dan selesai sekitar tahun 2008. Waduk tersebut memiliki luas genangan mencapai 228 hektar, serta mampu menampung air sebanyak 17 juta meter kubik.

Waduk Keuliling

Pada jalan masuk waduk, bisa dilihat adanya batu-batu alam di pinggir jalan yang disusun secara rapi. Disekitar waduk juga dapat ditemukan gazebo-gazebo sederhana yang bisa digunakan wisatawan untuk bersantai menikmati udara segar dan hembusan angin sepoi-sepoi dari waduk. Di sekeliling waduk juga dihiasi dengan rerumputan hijau sehingga menjadikan suasana di tempat ini sangat asri.

Wisatawan bisa melihat pemandangan indah berupa gugusan pegunungan yang nampak berjejer dari kejauhan. Selain itu, ditengah waduk juga terdapat beberapa pulau yang dipenuhi tumbuhan hijau sehingga nampak alami serta enak untuk dipandang. Ketika sore hari tiba, banyak ditemui warga sekitar yang datang untuk menunggu waktu magrib sambil melihat panorama alam Waduk Keuliling.

Sayangnya, di waduk ini wisatawan tidak diperbolehkan untuk berenang. Dibeberapa titik, Waduk Keuliling memiliki kedalaman hingga puluhan meter yang bisa membahayakan keselamatan wisatawan. Terlebih lagi, tidak adanya petugas keamanan yang menjaga waduk bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Didalam waduk juga terdapat berbagai jenis ikan yang biasanya menjadi tempat memancing warga sekitar. Beberapa jenis ikan air tawar dapat dijumpai disini, seperti ikan mujair, ikan nila, dan masih banyak lagi. Wisatawan bisa memancing tempat ini dengan leluasa tanpa dipungut biaya, dan ikannya bisa dibawa pulang untuk disantap.

Fasilitas Waduk Keuliling

Sebenarnya fasilitas yang terdapat di Waduk Keuliling ini cukup lengkap. Terdapat beberapa fasilitas seperti tempat parkir, serta mushola yang bisa dijadikan wisatawan untuk beribadah. Selain itu terdapat pula gazebo-gazebo sederhana yang beratapkan daun ilalang disekitar waduk. Wisatawan bisa mempergunakan gazebo tersebut untuk bersantai menikmati keindahan waduk.

Di tempat ini juga tersedia toilet, serta warung-warung sederhana disekitar tepi waduk. Namun sayangnya warung-warung ini hanya buka ketika hari sabtu dan minggu saja. Sebagian besar fasilitas ini memang masih bisa dinikmati oleh wisatawan, namun keadaannya dalam kondisi yang memprihatinkan. Tidak jelasnya pengelola, serta kesadaran warga akan wisata yang masih minim menjadi penyebabnya.

Baca Juga: Tahura Pocut Meurah Intan, Taman Hutan Raya di Aceh Besar

Belum lagi wisatawan tak bertanggung jawab yang merusak serta tak turut menjaga fasilitas tersebut. Waduk Keuliling menawarkan pesona wisata yang berpotensi menarik lebih banyak wisatawan. Hal ini tentu saja perlu keterlibatan pemerintah setempat untuk lebih memperhatikan waduk tersebut. Berikut kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan wisatawan ketika berada di waduk.

Menikmati Keindahan Waduk

Jika kamu berkunjung ke Waduk Keuliling, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang luar biasa indahnya. Pesona waduk yang dipenuhi dengan air tenang, dipadukan birunya awan serta hijaunya tumbuhan disekitar menjadikan komposisi warna yang sangat sedap untuk dipandang mata. Selain itu, juga akan terlihat panorama pegunungan yang nampak dari kejauhan.

Kamu bisa menikmati keindahan waduk dengan duduk santai di atas bebatuan atau di gazebo-gazebo yang telah disediakan untuk wisatawan. Udara di waduk ini juga sangat sejuk dan segar, bebas dari polusi serta masih sangat alami. Semilir angin sepoi-sepoi akan membawamu larut dalam suasana, serta tak ingin beranjak pergi dari waduk.

Memancing

Tak hanya menawarkan keindahan alam, Waduk Keuliling juga memiliki berbagai jenis ikan air tawar yang bisa kamu jadikan target memancing. Jika kamu hobi memancing, kamu bisa mempersiapkan kail dan umpan terlebih dahulu sebelum bertolak ke waduk. Karena disini masih belum ditemukan persewaan kail untuk wisatawan.

Kamu akan merasakan sensasi memancing di air tawar sembari menikmati suasana alam yang indah. Tentu kamu tak akan merasa bosan menunggu umpan pancing disambar oleh ikan. Kamu bisa mendapatkan ikan seperti ikan mujair, nila, dan sebagainya. Memancinglah pada sabtu dan minggu, maka akan banyak ditemukan sesama pemancing yang mencari ikan di waduk ini.

Hunting Foto

Bernarsis ria bersama teman terdekat menjadi suatu kewajiban ketika berada di waduk ini. Terdapat berbagai objek menarik yang bisa kamu jadikan sebagai background untuk berselfie. Selain itu, banyak juga fotografer landscape yang mampir di waduk ini hanya untuk hunting foto. Memang keindahan waduk ini sangat sayang untuk dilewatkan.

Tempat ini juga sangat pas bagi kamu yang tengah mencari lokasi untuk foto prewedding. Tentu akan menghasilkan foto yang sangat menarik dan berkesan ketika kamu berfoto di waduk yang terletak di Aceh Besar ini.

Harga Tiket Masuk Waduk Keuliling

Untuk memasuki Waduk Keuliling, wisatawan harus membayar biaya retribusi sebesar Rp. 3.000 per orang atau Rp. 5.000 saja per dua orang.

Baca Juga: 250 Tempat Wisata di Aceh Paling Menarik dan Wajib Dikunjungi

Peta Lokasi Waduk Keuliling


Tips Berwisata di Waduk Keuliling

  • Bawalah kail dan umpan dari rumah jika ingin memacing diwaduk.
  • Selalu berhati-hati ketika diwaduk, karena waduk ini memiliki kedalaman hingga puluhan meter.
  • Dilarang berenang di waduk, karena dapat membahayakan keselamatan wisatawan.
  • Selalu jaga kebersihan waduk, dengan tak membuang sampah di waduk atau disekitarnya.
  • Selalu lestarikan dan jangan merusak apapun yang ada di waduk. 

You may also like